Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

Sunday, June 7, 2009

Perbedaan Ngupil VS ML

Pernah ada yang menulis tentang analogi ngupil dan ML. Yup seperti itulah, keduanya memiliki banyak persamaan, qiqiqiqiqiqi

1. Apakah benar ML (Make Love) itu enak??
= Sensasinya kurang lebih sama ketika kita sedang ngupil..

2. Kenapa perempuan lebih menikmatinya?
= Waktu ngupil, yang kerasa enak kan hidungnya..bukan jarinya..ya kan?

3. Kenapa perempuan benci dan menolak untuk diperkosa??
= Apakah anda senang kalau ada orang asing mengupili hidung anda pake jari dia????!!

4. Kenapa perempuan menolak dan tidak bisa ML jika sedang datang bulan??
= Saat hidung sedang berdarah (mimisan) apakah masi ada gairah / keinginan untuk mengupil??

5. Katanya, semakin banyak *****a laki-laki yang keluar saat orgasme, semakin besar kenikmatannya..Apakah itu benar??
= Semakin besar upil yang didapat saat mengupil, anda semakin puas kan???

6. OK, pertanyaan terakhir.. Kenapa cowo ga suka pakai kondom saat ML ??
= Apakah anda suka ngupil pake sarung tangan??
enakan mana ml apa ngupil?
Selanjutnya “Perbedaan Ngupil VS ML”

Wednesday, June 3, 2009

Emansipasi Pria: Antara Aku, Tuhanku, Dan Istriku

Seorang lelaki berdoa: "Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinyapelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami."

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut, terbangun dan cepat-cepat ke dapurmenyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak.

Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya.

Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih ada'pekerjaan- pekerjaan kecil lainnya' yang harus dikerjakan.

Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi."

Tuhan menjawab:
"Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil."

Yang senyum, Tuhan Berkati... ^_^

"Original posted by:-Melva Sri Ulina-"
Selanjutnya “Emansipasi Pria: Antara Aku, Tuhanku, Dan Istriku”